| Gambar: http://stanleybing.com |
Berbicara mengenai kualitas
sendiri ini juga memiliki artian yang luas dan kompleks. Oleh karena itu dalam
membahas mengenai kualitas suatu perangkat lunak perlu kita tinjau dari
beberapa segi, berdasarkan sudut pandang masing-masing. Misalnya saja melihat
kualitas perangkat lunak dari sudut pandang pengguna atau user, kualitas perangkat lunak dari sudut pandang pengembang atau manufacturer’s, atau kualitas perangkat
lunak dari sudut pandang produk itu sendiri.
Baik, kita lihat kualitas
perangkat lunak dari sudut pandang pengguna seperti apa? Pengguna pada umumnya melihat kualitas ini berdasarkan tujuan khusus
dari penggunaan perangkat lunak itu sendiri. Jika perangkat lunak tersebut memenuhi tujuan pengguna dalam
menggunakan perangkat lunak tersebut, maka bisa dikatakan bahwa software
tersebut berkualitas. Sebagai contoh sederhana misalnya perangkat lunak
untuk ketik-mengetik suatu dokumen. Maka perngkat lunak seperti ms Word dan
open office, bagi user boleh dibilang mereka adalah perangkat lunak
yang memiliki kualitas cukup baik. Untuk kebutuhan membuat suatu dokumen, ms
Word dan Open office user tidak perlu
repot-repot dalam menggunakannya. Perangkat lunak tersebut sudah disediakan
berbagai fasilitas seperti pengaturan kertas, margins, orientasi, jumlah kolom dokumen atau break
page, dan lain sebagainya (PAGE LAYOUT),
kemudian dalam perangkat lunak ini juga disediakan fasilitas INSERT
untuk membuat tabel, menempelkan dan membuat gambar, atau membuat header atau footnote pada dokumen dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kemudian bagaimana kualitas
perangkat lunak dari sudut pandang produsen atau pengembang? Dari sudut pandang
produsen, kualitas suatu perangkat lunak dilihat lebih cenderung mengacu ke spesifikasi
dari perangkat lunak itu sendiri. Jika perangkat lunak menunjukkan telah sesuai
dengan spesifikasi kebutuhan perangkat lunak tersebut. Maka bisa dikatakan
bahwa dari sudut pandang produsen, perangkat lunak tersebut berkualitas.
Sebaliknya apabila sebuah perangkat lunak tidak atau belum memenuhi dengan
spesifikasi kebutuhan maka dari sudut pandang produsen, perangkat lunak
tersebut juga belum bisa dikatakan sebagai sebuah perangkat lunak yang
berkualitas.
Selanjutnya kualitas perangkat
lunak dilihat dari sudut pandang produk atau perangkat lunak sebagai karya
cipta, maka dalam menilai sebuah
perangkat lunak berkualitas dikaitkan dengan karakteristik yang melekat pada
produk perangkat lunak tersebut. Misalkan seperti fitur-fitur yang
dimiliki, fungsi, performa perangkat lunak, dll. Terakhir, kualitas perangkat
lunak dinilai dari sudut pandang seberapa bagus kualitas sebuah produk, maka
dalam hal ini kualitas perangkat lunak diukur berdasarkan seberapa mahal konsumen
mau membayar produk tersebut. Harga menjadi tolok ukur dalam menentukan kualitas
sebuah produk perangkat lunak. Biasanya semakin bagus kualitas sebuah produk,
maka semakin mahal harganya. Walaupun sebenarnya, sebuah produk yang mahal
belum tentu jaminan ia memiliki kualitas yang tinggi. Namun itulah faktanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar