Selasa, 18 Oktober 2016

Quality dan Safety Instalasi Listrik

Kualitas dan keamanan (quality and safety) dalam instalasi listrik adalah kata yang tidak asing lagi ditemukan. Namun demikian dari banyak literatur teknik instalasi listrik/ketengalistrikan yang ada, definisi jelas mengenai kualitas dan keamanan instalasi listrik susah sekali diketemukan. Mengacu dari definisi kamus bahasa Inggris Oxford Dictionary, kata safety merupakan the condition of being protected from or unlikely cause to danger, risk or injury. Untuk itu keamanan (safety) suatu instalasi listrik dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi instalasi yang menjadi terlindungi dari hal-hal atau tidak sepertinya menyebabkan bahaya, resiko atau kerusakan instalasi listrik.

Dari definisi kamus bahasa Inggris Oxford Dictionary, kata quality merupakan the standard of something as measured against other things of a similar kind atau the degree of excellence of something. Oleh karena itu kualitas (quality) suatu instalasi listrik pada sebuah gedung dapat didefinisikan sebagai ukuran baik buruk suatu instalasi listrik diukur berdasarkan standar-standar atau kaidah-kaidah yang diberlakukan dalam teknik ketenagalistrikan suatu wilayah/negara.

Kualitas dan keselamatan instalasi suatu instalasi listrik akan terjamin jika hanya jika memenuhi tiga hal (Schneider Electric, 2008) yaitu;


  1. Adanya pemeriksaan awal (the initial checking) kesesuaian instalasi listrik tehadap aturan-aturan dan standar yang berlaku.
  2. Peralatan instalasi yang digunakan adalah tersertifikasi (memenuhi standar).
  3. Adanya pemeriksaan berkala (the periodic checking) terhadap instalasi yang direkomendasikan tetap terpenuhi (dipatuhi).

Senin, 25 Januari 2016

Sistem Instalasi Gedung Bertingkat

Sistem Gedung

Dalam merencanakan suatu gedung/bangunan, maka kita harus mempunyai konsep gedung yang akan dibangun. Menentukan pilihan sistem konstruksi apa yang paling tepat digunakan dalam bangunan tersebut. Misalkan mulai dari sistem pemilihan pondasi, sistem strukturnya, sistem pemilihan material finishingnya, sampai dengan pemilihan sistem MEP (Mechanical Electrical Plumbing) yang akan dipilih. Mengapa demikian, iya karena ini menyangkut optimalisasi dan efisiensi biaya belanja (cost). Sehingga yang diharapkan adalah terjadi penghematan seminimal mungkin dengan hasil yang semaksimal mungkin (seperti prisip ekonomi pelajaran waktu SMP). Akan tetapi bila ada unsur ‘prestige’, biar tampak ‘wah’, dll, maka penghematan duit sedikit diabaikan :-). Nah secara umum terdapat tiga kelompok pekerjaan yang ada pada bangunan gedung, yaitu STRUKTUR, FINISHING dan SISTEM M & E (Mechanical and Electrical).

Kamis, 14 Januari 2016

Ujian Keimanan, Jangankan Kita, Nabi pun juga Diuji (Bagian 2)

Kisah Tipu Daya Syaitan kepada Nabi Adam dan Siti Hawa
  
Kemarin, Rabu, 13/01/16 kita  baru saja kita disuguhi dengan tayangan teror di kawasan pusat perbelanjaan Sarinah Jakarta. Iya tepatnya starbuck dan skitarnya. Ada beberapa orang yang melakukan pengeboman, penembakan dan bom bunuh diri dikawasan itu. Dari berita-berita di media disebutkan bahwa ada 7 korban yang meninggal yaitu termasuk kelima pelaku teror dan dua orang lainya yakni satu seorang polisi dan satu seorang WNA.

Ngebom, membunuh orang tak bersalah, bahkan bunuh diri dengan meledakkan diri, kenapa masih ada saja orang-orang melakukan itu ya? Apa kira-kira motifnya? Apakah untuk berjihad menegakkan agama Alloh, atau ingin masuk surga dengan jalan pintas melalui mati sebagai syahid atau syuhada? Kalau itu tujuannya maka penulis yang juga orang Islam jadi bertanya-tanya? Atas dasar apa mereka melakukannya ya? Kalau itu perintah, perintah siapa? Bukankah dalam agama Islam tidak mengajarkan hal tersebut (“ngebom”, menteror, meledakkan diri, dsb)? Penulis kira itu adalah sesuatu perbuatan yang lucu dan konyol. Bukankah “Sungguh Alloh tidak pernah menyuruh berbuat keji” semacam itu? Lihat al Quran Surah al A’rof ayat 28.