Kisah Tipu Daya Syaitan kepada Nabi Adam dan Siti Hawa
Kemarin,
Rabu, 13/01/16 kita baru saja kita disuguhi dengan tayangan teror di
kawasan pusat perbelanjaan Sarinah Jakarta. Iya tepatnya starbuck dan
skitarnya. Ada beberapa orang yang melakukan pengeboman, penembakan dan bom
bunuh diri dikawasan itu. Dari berita-berita di media disebutkan bahwa ada 7
korban yang meninggal yaitu termasuk kelima pelaku teror dan dua orang lainya
yakni satu seorang polisi dan satu seorang WNA.
Ngebom,
membunuh orang tak bersalah, bahkan bunuh diri dengan meledakkan diri, kenapa
masih ada saja orang-orang melakukan itu ya? Apa kira-kira motifnya? Apakah
untuk berjihad menegakkan agama Alloh, atau ingin masuk surga dengan jalan
pintas melalui mati sebagai syahid atau syuhada? Kalau itu tujuannya maka
penulis yang juga orang Islam jadi bertanya-tanya? Atas dasar apa mereka
melakukannya ya? Kalau itu perintah, perintah siapa? Bukankah dalam agama
Islam tidak mengajarkan hal tersebut (“ngebom”, menteror, meledakkan
diri, dsb)? Penulis kira itu adalah sesuatu perbuatan yang lucu dan konyol.
Bukankah “Sungguh Alloh tidak pernah menyuruh berbuat keji” semacam
itu? Lihat al Quran Surah al A’rof ayat 28.
Penulis
berfikiran apa itu jangan-jangan itu adalah termasuk bisikan jahat syaitan
dengan iming-iming “syahid” (surga)? seperti kisahnya Nabi Adam dan Siti Hawa
yang ditipu oleh syaitan untuk memakan buah khuldi dengan iming-imingi agar
mereka bisa menjadi menjadi malaikat atau mereka bisa tinggal kekal di dalam
surga. Pohon khuldi adalah pohon di syurga yang dilarang Nabi Adam dan Siti
Hawa untuk mendekatinya. Dalam al Quran diterangkan Alloh berfirman “Wahai
Adam, tinggalah engkau bersama istrimu dalam surga, dan makanlah apa yang kamu
berdua sukai. Tetapi janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini (pohon
Khuldi). Apabila didekati, maka kalian berdua termasuk orang-orang yang zalim”,
Qs. Al A’rof: 19.
Kemudian
syaitan menggoda mereka, dengan membisikkan pikiran jahat kepada Nabi Adam dan
Hawa. Rayu syaitan “Hai Adam Tuhamnu hanya melarang kalian mendekati pohon
buah itu, akan tetapi kalau memakannya kan tidak apa-apa”. Nabi Adam yang
awalnya tak tegoda, karna tipu daya syaitan yang terus-menerus meyakinkan itu
(pake sumpah segala), kata syaitan ”Sumpah, aku mengatakan ini karena aku
diutus Tuhan sebagai penasehat kalian Adam”. Hingga akhirnya tipu daya
syaitan tsb berhasil menipu Nabi Adam dan Istrinya Hawa. Mereka mencicipi buah
dari pohon yang dilarang itu.
Dan
setelah peristiwa itu, Alloh mengingatkan Nabi Adam, dengan berfirman “Bukankah
Aku telah melarang kalian dari pohon itu, dan Aku juga telah mewanti-wanti
bahwa syaitan itu sesungguhnya adalah musuh yang nyata bagi kalian berdua?”.
Mendengar teguran itu, nabi Adam dan Hawa jadi tersadar, menyesali pebuatannya
dengan bertaubat dan memohon ampun kepada Alloh. Dalam doanya Nabi Adam
berdoa:“Ya Tuhan kami, sungguh kami telah menzalimi diri kami sendiri, jika
Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami
termasuk orang-orang yang rugi”. Alloh berfirman” Turunlah
kalian!... Bumi adalah tempat kediaman dan kesenangan kalian sampai waktu yang
telah ditentukan. Di sana kalian hidup, di sana kalian mati dan dari sana pula
kalian akan dibangkitkan”. Sejak saat itulah Nabi Adam dan Siti Hawa
dikeluarkan dari surga dan mendiami bumi.
Oya
pembaca sekalian, dari kisah ini dapat diambil pelajaran bahwa semestinya kita
sebagai seorang yang beriman perlu hati-hati dan waspada terhadap tipu daya dan
rayuan syaitan. Perlu diingat bahwa sejak diusir oleh Tuhan dari surga dengan
keadaan terhina, syaitan kemudian telah mendeklarasikan diri dan berjanji
kepada Tuhan akan menyesatkan, menghalagi semua manusia dalam mengabdi (beriman
dan bertaqwa) kepada Tuhannya dengan segala macam cara. Kepada Tuhan setan
berkata “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu
menghalangi mereka dari jalanMu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi
mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau
tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur”. Kemudian Alloh
berfirman “Keluarlah kamu dari surga dalam keadaan terhina dan terusir!
Sesungguhnya barangsiapa diantara mereka (manusia) ada yang mengikutimu, pasti
akan Aku isi neraka dengan kamu semua”.
Di akhir tulisan ini semoga kita senantiasa ditetapkan dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan. Berbuat kebaikan, dapat istiqomah mengingat Alloh, melaksanakan sholat setiap tiba waktunya, sehingga terhindar dari berbuat keji serta tipu daya dan bisikan jahat syaitan sebagaimana telah mengeluarkan Nabi Adam dan Siti Hawa dari surga, Amin.
Ayat-ayat
Kisah tentang Nabi Adam ini di kutip dari al Quran, beberapa
ayat awal-awal Surah al A’rof.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar