Kamis, 14 Januari 2016

Ujian Keimanan, Jangankan Kita, Nabi pun juga Diuji (Bagian 2)

Kisah Tipu Daya Syaitan kepada Nabi Adam dan Siti Hawa
  
Kemarin, Rabu, 13/01/16 kita  baru saja kita disuguhi dengan tayangan teror di kawasan pusat perbelanjaan Sarinah Jakarta. Iya tepatnya starbuck dan skitarnya. Ada beberapa orang yang melakukan pengeboman, penembakan dan bom bunuh diri dikawasan itu. Dari berita-berita di media disebutkan bahwa ada 7 korban yang meninggal yaitu termasuk kelima pelaku teror dan dua orang lainya yakni satu seorang polisi dan satu seorang WNA.

Ngebom, membunuh orang tak bersalah, bahkan bunuh diri dengan meledakkan diri, kenapa masih ada saja orang-orang melakukan itu ya? Apa kira-kira motifnya? Apakah untuk berjihad menegakkan agama Alloh, atau ingin masuk surga dengan jalan pintas melalui mati sebagai syahid atau syuhada? Kalau itu tujuannya maka penulis yang juga orang Islam jadi bertanya-tanya? Atas dasar apa mereka melakukannya ya? Kalau itu perintah, perintah siapa? Bukankah dalam agama Islam tidak mengajarkan hal tersebut (“ngebom”, menteror, meledakkan diri, dsb)? Penulis kira itu adalah sesuatu perbuatan yang lucu dan konyol. Bukankah “Sungguh Alloh tidak pernah menyuruh berbuat keji” semacam itu? Lihat al Quran Surah al A’rof ayat 28.
 
Penulis berfikiran apa itu jangan-jangan itu adalah termasuk bisikan jahat syaitan dengan iming-iming “syahid” (surga)? seperti kisahnya Nabi Adam dan Siti Hawa yang ditipu oleh syaitan untuk memakan buah khuldi dengan iming-imingi agar mereka bisa menjadi menjadi malaikat atau mereka bisa tinggal kekal di dalam surga. Pohon khuldi adalah pohon di syurga yang dilarang Nabi Adam dan Siti Hawa untuk mendekatinya. Dalam al Quran diterangkan Alloh berfirman “Wahai Adam, tinggalah engkau bersama istrimu dalam surga, dan makanlah apa yang kamu berdua sukai. Tetapi janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini (pohon Khuldi). Apabila didekati, maka kalian berdua termasuk orang-orang yang zalim”, Qs. Al A’rof: 19.

Kemudian syaitan menggoda mereka, dengan membisikkan pikiran jahat kepada Nabi Adam dan Hawa. Rayu syaitan “Hai Adam Tuhamnu hanya melarang kalian mendekati pohon buah itu, akan tetapi kalau memakannya kan tidak apa-apa”. Nabi Adam yang awalnya tak tegoda, karna tipu daya syaitan yang terus-menerus meyakinkan itu (pake sumpah segala), kata syaitan ”Sumpah, aku mengatakan ini karena aku diutus Tuhan sebagai penasehat kalian Adam”. Hingga akhirnya tipu daya syaitan tsb berhasil menipu Nabi Adam dan Istrinya Hawa. Mereka mencicipi buah dari pohon yang dilarang itu.

Dan setelah peristiwa itu, Alloh mengingatkan Nabi Adam, dengan berfirman “Bukankah Aku telah melarang kalian dari pohon itu, dan Aku juga telah mewanti-wanti bahwa syaitan itu sesungguhnya adalah musuh yang nyata bagi kalian berdua?”. Mendengar teguran itu, nabi Adam dan Hawa jadi tersadar, menyesali pebuatannya dengan bertaubat dan memohon ampun kepada Alloh. Dalam doanya Nabi Adam berdoa:“Ya Tuhan kami, sungguh kami telah menzalimi diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi”. Alloh berfirman” Turunlah kalian!... Bumi adalah tempat kediaman dan kesenangan kalian sampai waktu yang telah ditentukan. Di sana kalian hidup, di sana kalian mati dan dari sana pula kalian akan dibangkitkan”. Sejak saat itulah Nabi Adam dan Siti Hawa dikeluarkan dari surga dan mendiami bumi.

Oya pembaca sekalian, dari kisah ini dapat diambil pelajaran bahwa semestinya kita sebagai seorang yang beriman perlu hati-hati dan waspada terhadap tipu daya dan rayuan syaitan. Perlu diingat bahwa sejak diusir oleh Tuhan dari surga dengan keadaan terhina, syaitan kemudian telah mendeklarasikan diri dan berjanji kepada Tuhan akan menyesatkan, menghalagi semua manusia dalam mengabdi (beriman dan bertaqwa) kepada Tuhannya dengan segala macam cara. Kepada Tuhan setan berkata “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalanMu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur”. Kemudian Alloh berfirman “Keluarlah kamu dari surga dalam keadaan terhina dan terusir! Sesungguhnya barangsiapa diantara mereka (manusia) ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka dengan kamu semua”.

Di akhir tulisan ini semoga kita senantiasa ditetapkan dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan. Berbuat kebaikan, dapat istiqomah mengingat Alloh, melaksanakan sholat setiap tiba waktunya, sehingga terhindar dari berbuat keji serta tipu daya dan bisikan jahat syaitan sebagaimana telah mengeluarkan Nabi Adam dan Siti Hawa dari surga, Amin.


Ayat-ayat Kisah tentang Nabi Adam ini di kutip dari al Quran, beberapa ayat awal-awal  Surah al A’rof.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar