Kadang geli,lucu namun prihatin
juga kalau membaca komen-komen dalam suatu tulisan blog atau berita di media
online. Mengapa? iya, mereka (para komentator) pada debat kusir, berdebat
seolah-olah tiada ujung. Semuanya mengklaim dirinya paling benar sendiri. Kemudian
yang parah adalah mereka tanpa mikir mengeluarkan komentar-komentar yang membawa-bawa
agamanya masing-masing, dengan saling megejek, saling merendahkan agama masing-masing
bahkan tidak hanya kitab suci, Nabi, sampai-sampai Tuhan juga mereka hina. Lha
padahal bukankah agama itu suatu yang sakral, agama-agama tersebut diakui dan
dilindungi oleh undang-undang (negara), kenapa mereka lecehkan ya?
Nah oleh karena itu, himbauan
bagi pembaca yang beragama Islam (muslimin), dengan alasan apapun, misalkan dengan
niat untuk kemaslahatan, membela diri untuk membalas ejekan mereka, dll, maka sungguh tidak patut apabila kalian turut
berdebat dengan mereka. Dan bukankah menghina agama lain itu, sampai menghina
Tuhan-Tuhan mereka ini tidak diajarkan
dalam Islam. Bahkan al Quran sudah
dengan tegas melarang perbuatan tersebut. Coba saja perhatikan ayat 108 Quran
surah Al-An’am berikut, yang artinya;
Dan janganlah kalian memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain
Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar
pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan
mereka. Kemudian kepada Tuhan, tempat kembali mereka, lalu Dia memberitakan
kepada mereka apa yang dahulu mereka telah kerjakan. [QS. Al An’am 108]
Lantas, bagaimana sikap kita,
jika agama, Nabi/Rosul bahkan Tuhan kita dihina?. Kalau mampu, maka jawablah apa
yang mereka lontarkan dengan jawaban yang benar, santun. Terangkanlah yang
dimaksud dalam Islam tsb tdk seperti apa yang mereka pahami. Misalkan tentang ayat-ayat
al Quran yang Alloh berfirman dengan kata-kata “Kami...”, atau ayat-ayat yang berawalan dengan kata-kata yang
artinya “Katakanlah (Muhammad)...” atau ayat-ayat al Quran yang menyebutkan bahwa “Nabi
Ibrahim Islam”, dst... Namun apabila tidak mampu, maka lebih baik diam tidak
usah diladeni. Karena jika diladeni dengan tanpa didasari Ilmu, berarti kita
tak ubahnya seperti mereka. Dan jelas Firman Alloh dalam ayat 108 Quran surah
Al An’am di atas “...... mereka nanti
akan memaki Alloh dengan melampaui batas tanpa dasar...........” Nauzubillah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar