Selasa, 04 Maret 2014

Operator Logika

Terdapat lima operator logika dasar yang sering dipakai dalam penggabungan proporsi-proposi logis. Kelima operator logika/konektor/fungtor tsb adalah sbb;
1. Negasi/ Not / tidak (¬)
2. Disjungsi/ Or/Atau (v)
3. Konjungsi/And/Dan (˄)
4. Implikasi/If… Then…/Jika… Maka… (→)
5. Biimplikasi/Ekivalen/if…. and only if/jika… dan hanya jika….. (↔)

1. Negasi (Not/Tidak)
Jika p suatu proposisi bernilai benar (T), maka negasi p atau statemen ‘not p’ akan memberikan nilai yang salah (F), dan berlaku sebaliknya .
Simbol negasi  adalah ‘ ¬ ’, Sehingga negasi p kalau dituliskan adalah ‘¬p’, yang mana kondisinya dapat dideskripsikan dengan tabel kebenaran berikut:


Contoh 3, kalimat negasi
p : Bulan terbuat dari keju, maka
¬ p  : Bulan bukan terbuat dari keju
q     : Laptop tidak lebih canggih dari pada PC
¬q   : Laptop lebih canggih daripada PC

2. Konjungsi (And/dan)
Jika p dan q  adalah dua buah proposisi, maka statemen p dan q akan bernilai benar/ true (T) jika dan hanya jika kedua pernyataan tersebut bernilai benar. Adapun simbol dari operator konjungsi ‘^ ’ Sehingga jika statemen p konjungsi terhadap statemen q, (p ^ q) kondisinya dapat dideskripsikan dengan tabel kebenaran sbb;


Contoh Kalimat konjungsi,
      p         :  Benda itu berwarna hitam (T)
     q          :  Benda itu berbentuk kotak (T)
    p ^ q      :  Benda itu hitam dan kotak (T)
   p ^ ¬q     :  Benda itu hitam dan bulat (F)


3. Disjungsi
4. Implikasi

5. Biimplikasi/ekivalen
Statemen p biimplikasi terhadap q bernilai T jika dan hanya jika nilai p sama dengan nilai q.
----------------------------
  p     q  p <=> q
----------------------------
  T  T         T
  T  F          F
  F     T          F
  F  F         T
----------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar