Proposi logis didefinisikan sebagai suatu pernyataan yang memiliki suatu nilai kebenaran, benar (T) atau salah (F) akan tetapi tidak bisa kedua-duanya. Proposi ini biasa disimbolkan dengan huruf kecil misal p, q, r, s dsb.
Contoh 1, Proposi Logis
p : Kotak itu berwarna merah | (T), jika kotak itu memang berwarna merah
q : Saya lapar | (T), memang keadaannya demikian
r : Gajah binatang berbelalai panjang | (T)
s : Bemo angkutan umum roda dua | (F), salah karena bemo beroda tiga
t : 5+10 adalah bilangan genap | (F), salah karena 15 adalah bilangan ganjil
Contoh 2, BUKAN Proposi Logis
p : Halo apa kabar? | kalimat pertanyaan
q : Jangan malas! | nasihat/himbauan
r : Saya traktir kalian semua besok | kebenarannya blm bs dipastikan!
Kalimat deklaratif, suatu kalimat tunggal yang mengandung nilai benar (T) atau salah (F) tetapi tidak bisa kedua-duanya.
Contoh, Baju itu berwarna cokelat | (T), dalam hal ini memang menunjuk baju yang berwarna cokelat
S P K
Proposi logis atau kalimat-kalimat deklaratif ini dapat digabung, disambung-sambung menggunakan operator logika/konektor/fungtor membentuk suatu kalimat majemuk. Misal, kotak itu berwarna merah dan baju itu berwarna cokelat.
Operator logika/konektor/fungtor
Terdapat lima operator logika dasar yang sering dipakai dalam penggabungan proporsi-proposi logis. Kelima operator logika/konektor/fungtor tsb adalah sbb;
1. Negasi / Not / tidak (¬)
2. Disjungsi / Or / Atau (v)
3. Konjungsi / And / Dan (˄)
4. Implikasi / If… Then… / Jika… Maka… (→)
5. Biimplikasi / Ekivalen / if…. and only if /jika… dan hanya jika….. (↔)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar