Selasa, 11 Maret 2014

Pengantar Sistem Operasi

Jika berbicara tentang sistem operasi, kadang yang sering terlintas dibenak pembaca adalah berkaitan dengan komputer/PC yaitu windows, linux atau machinthos. Memang apakah demikian, hanya ketiga merek (brand) tersebut yang disebut dengan sistem operasi? Atau bagaimana? Hal inilah yang akan menjadi menarik jika dibicarakan diantara penggemar komputer.

Sebelum berdiskusi jauh, disini akan diberikan beberapa contoh perangkat elektronik seperti, sebuah kalkualator cabe, bel pintu elektronis, atau handphone jadul monophonik yang hanya bisa digunakan untuk telpon dan sms. Apakah perangkat-perangkat tsb memiliki sistem operasi???

Tentunya ada yang menjawab iya mereka mempunyai sistem operasi, ada juga yang menjawab mereka tidak punya atau adapula yang tidak menjawab. Mengapa perangkat seperti kalkulator, bel pintu atau handpone dijawab tidak mempunyai sistem operasi, pasti alasannya beraneka ragam, misalnya mungkin karena mereka tidak bisa diinstal ulang, atau karena sistemnya terlalu sederhana, atau karena tidak bisa mengejakan dan menampilkan tugas-tugas yang kompleks sebagaimana komputer ato laptop dan masih banyak juga alasan-alasan yang lainnnya. Bagi yang diam saja mungkin karena mereka bingung atau karena memang tidak tahu sama sekali tentang tema yang sedang dibicarakan. Kemudian bagi yang menjawab mereka memiliki sistem informasi juga memiliki argumen masing-masing.

Baik, terus kalau begitu apakah perangkat-perangkat tsb memiliki sistem operasi? Jawabannya yang benar adalah ya, mereka memiliki sistem operasi! Terus muncul pertanyaan lagi, lantas sistem operasi apa yang dipakai pada alat kalkulator, bel pintu atau handpone Rp 100rb (jadul) tsb. Sistem operasi yang dipakai ya megacu ke sepesifik alat tsb. Untuk kalkulator, sistem operasinya ya sistem operasi kalkulasi, yang mana akan mengeksekusi akan menerjemahkan kode-kode masukan yang diterima dari key pad, melakukan operasi-operasi kalkulasi dan menampilkannya ke layar LCD kalkulator. Demikian pula dengan sistem operasi bel pintu, maka sistem operasi bel pintu akan mengeksekusi program yang telah di tanam di chip bel pintu yang mana setiap kali ada tombol ditekan akan dimunculkan nada bel pintu satu kali. Dst demikian juga dengan sistem operasi telpon jadul.


Jadi sekarang semakin jelas, bahwa sistem operasi tidak dibatasi saja pada komputer atau laptop melainkan juga pada piranti-piranti lain operasinya didukung oleh program/perangkat lunak di dalamnya. Oleh karena itu, tidak akan dapat seseorang mendefinisikan sistem operasi secara utuh.

Sistem operasi ada karena ia menawarkan suatu solusi penyelesaian suatu masalah yang logis dengan melakukan langkah-langkah sistem KOMPUTASI (baca: bukan sekedar kalkulasi). Dan perangkat keras (hardware) dibangun ke arah tujuan tsb. Mengingat karena suatu perangkat keras saja (hardware kosong) akan sulit untuk dimanfaatkan/dioperasikan, maka mulai dari sinilah program-program aplikasi  selanjutnya dikembangan. Akan tetaapi berbagai program aplikasi ini sendiri memerlukan operasi-operasi umum seperti mengontrol peralatan I/O serta pemakaian sumberdaya. Sehingga pada akhirnya guna menyediakan lingkungan bagi pengguna (user) untuk mengeksekusi berbagai program aplikasi yang nyaman dan efisien, pengontrolan peralatan I/O dan mengalokasi sumberdaya, tsb kemudian dibawa bersama ke dalam suatu perangkat lunak (software) yaitu SISTEM OPERASI.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar