Jika ditanya tentang kapan menggunakan kontroler fuzzy, mengapa tidak PID, atau sebaliknya?, maka jawaban pertanyaan ini berkaitan dengan untung rugi dalam desain sistem nantinya, apakah sistem yang didesain nanti menjadi lebih sederhana, mudah dikerjakan, cost lebih murah, atau malahan tidak bisa dilakukan dengan pemodelan biasa karena pemodelan matematikanya rumit/kompleks, dan lain sebagainya. Dalam dunia nyata, karena kita biasa berhadapan juga dengan kendala-kendala (constrains) yang nyata seperti, biaya, sumber daya komputer, ukuran, kapasitas, kemampuan daya, disipasi panas dsb, maka tidak perlu mengatakan bahawa metode yang paling sederhana untuk menyelesaiakan suatu masalah (mengerjakan sebuah tugas) adalah pokoknya menggunakan satu metode ini atau metode itu.
Kontroler PID digunakan hampir sebagian
besar di semua kontroler industri. Mengapa demikian? Karena kontroler PID ini
sederhana, murah, komponennya walaupun beragam (discrete
components), banyak dan tersedia dipasaran, bahkan terkadang antar
produk bisa saling digunakan, efektif untuk tugas-tugas yang memerlukan
kontrol banyak. Sedangkan disisi lain, kontrol fazzy biasanya memang komplek
dan susah untuk diimplementasikan. Oleh karena itu, jika sebuah permasalahan
kontrol dapat diupayakan dengan PID atau kontroler lain namun sederhana, maka
kontroler tsb yang sebaiknya digunakan ketimbang suatu kontrol fuzzy.
Kemudian, jika sistem yang dikontrol adalah linier
dan time invarian (sistem yg secara eksplisit tidak tergantung pada time),
terdapat banyak metode familier untuk mengontrolnya, maka sepertinya kontroler
fazzy perlu dibuang jauh-jauh. Terus, kapan sebaiknya menggunakan kontroller
fazzy? maka jawabannya adalah ketika sistem tsb merupakan sistem nonlinear yg kompleks, atau sistem yang tidak
diketahuai atau susah untuk memodelkan matematikanya. Seperti misalnya, problem pada routing kendaraan, pada
problem ini tidak gampang dikerjakan dengan metode dasar/model standar,
contoh lain juga seperti halnya pada kontrol untuk penyulingan kolom
(distillation column) ataupun kontrol pada sistem tenaga listrik. Maka sistem-sistem
yang kompleks, non –linear, time-varying, atau sistem dng dimensi tak
hingga/tidak diketahui, sistem yang tidak mungkin diselesaikan dengan metode
analitik, penggunaan metode fuzzy biasanya digunakan untuk penyelesaian dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar