Sabtu, 11 April 2015

Kontroler PID atau Fuzzy?

Jika ditanya tentang kapan menggunakan kontroler fuzzy, mengapa tidak PID, atau sebaliknya?, maka jawaban pertanyaan ini berkaitan dengan untung rugi dalam desain sistem nantinya, apakah sistem yang didesain nanti menjadi lebih sederhana, mudah dikerjakan, cost lebih murah, atau malahan tidak bisa dilakukan dengan pemodelan biasa karena pemodelan matematikanya rumit/kompleks, dan lain sebagainya. Dalam dunia nyata, karena kita biasa berhadapan juga dengan kendala-kendala (constrains) yang nyata seperti, biaya, sumber daya komputer, ukuran, kapasitas, kemampuan daya, disipasi panas dsb, maka tidak perlu mengatakan bahawa metode yang paling sederhana untuk menyelesaiakan suatu masalah (mengerjakan sebuah tugas) adalah pokoknya menggunakan satu metode ini atau metode itu.

Kontroler PID digunakan hampir sebagian besar di semua kontroler industri. Mengapa demikian? Karena kontroler PID ini sederhana, murah, komponennya walaupun beragam (discrete components), banyak dan tersedia dipasaran, bahkan terkadang antar produk bisa saling digunakan,  efektif untuk tugas-tugas yang memerlukan kontrol banyak. Sedangkan disisi lain, kontrol fazzy biasanya memang komplek dan susah untuk diimplementasikan. Oleh karena itu, jika sebuah permasalahan kontrol dapat diupayakan dengan PID atau kontroler lain namun sederhana, maka kontroler tsb yang sebaiknya digunakan ketimbang suatu kontrol fuzzy.

Kemudian, jika sistem yang dikontrol adalah linier dan time invarian (sistem yg secara eksplisit tidak tergantung pada time), terdapat banyak metode familier untuk mengontrolnya, maka sepertinya kontroler fazzy perlu dibuang jauh-jauh. Terus, kapan sebaiknya menggunakan kontroller fazzy? maka jawabannya adalah ketika sistem tsb merupakan sistem nonlinear yg kompleks, atau sistem yang tidak diketahuai atau susah untuk memodelkan matematikanya. Seperti misalnya, problem pada routing kendaraan, pada problem ini tidak gampang dikerjakan dengan metode dasar/model standar, contoh lain juga seperti halnya pada kontrol untuk penyulingan kolom (distillation column) ataupun kontrol pada sistem tenaga listrik. Maka sistem-sistem yang kompleks, non –linear, time-varying, atau sistem dng dimensi tak hingga/tidak diketahui, sistem yang tidak mungkin diselesaikan dengan metode analitik, penggunaan metode fuzzy biasanya digunakan untuk penyelesaian dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar