Apa itu Kajian Pustaka?
Kajian pustaka merupakan daftar
referensi semua jenis referensi seperti buku, jurnal papers, artikel,
disertasi, tesis, skripsi, hand outs, laboratory manuals, dan karya ilmiah
lainnya yang dikutip di dalam penulisan proposal/usulan penelitian. Semua referensi yang tertulis
dalam kajian pustaka harus dirujuk di dalam laporan penelitian (skripsi/thesis). Referensi ditulis urut
menurut huruf abjad nama akhir/marga penulis pertama dan tahun penerbitan (yang
terbaru ditulis lebih dahulu). Dalam penelitian biasanya diawali
dengan ide-ide atau gagasan dan konsep-konsep yang dihubungkan satu sama lain
melalui hipotesis tentang hubungan yang diharapkan. Ide-ide dan konsep-konsep
untuk penelitian dapat bersumber dari gagasan peneliti sendiri dan dapat juga
bersumber dari sejumlah kumpulan pengetahuan hasil kerja sebelumnya yang kita
kenal juga sebagai kajian literatur atau pustaka. Literatur atau bahan pustaka
ini kemudian kita jadikan sebagai referensi atau landasan teoritis dalam
penelitian.
Selain itu, ada yang menyebutkan bahwa kajian pustaka merupakan laporan yang menjelaskan
tentang apa yang telah ditemukan oleh peneliti lain atau membahas masalah
penelitian. Kajian penting yang berkaitan dengan masalah biasanya dibahas
sebagai subtopik yang lebih rinci agar lebih mudah dibaca. Bagian yang kurang
penting biasanya dibahas secara singkat. Bila ada beberapa hasil penelitian
yang mirip dengan masalah penelitian, maka dapat dituliskan: ”Beberapa
penelitian juga telah dilaporkan dengan hasil yang hampir sama (Adam,
1976;Brown, 1980; Cartwright, 1981; Davis, 1985; Frost, 1987)”. Kajian pustaka adalah kegiatan yang
meliputi mencari, membaca, dan menelaah laporan-laporan penelitian dan bahan
pustaka yang memuat teori-teori yang relevan dengan penelitian yang akan
dilakukan.
Kriteria Pemilihan Sumber Pustaka
Kriteria pemilihan sumber pustaka
mencakup:
1. Ketetapan (adequa-cy)
Isi dari sumber
pustaka sesuai dengan penelitian yang dilaksanakan.
2. Kejelasan (clarity)
Sumber pustaka
harus mudah dipahami atau dimengerti oleh peneliti.
3. Empiris (empericalness)
Sumber pustaka itu
berdasarkan pada kenyataan bukan hasil imajinasi.
4. Terorganisasi (Organization)
Isi dari sumber
pustaka harus terorganisasi dengan baik sehingga memudahkan peneliti untuk
mencari informasi.
5. Kemutakhiran (Recen-cy)
Sumber pustaka
harus berdasarkan perkembangan terbaru dalam bidangnya (up to date).
6. Relevansi (relevance)
Sumber pustaka
berhubungan dengan penelitian.
7. Meyakinkan (convic-ingness)
Sumber pustaka
dapat menjadi acuan yang terpercaya bagi peneliti.
Secara garis besar sumber bacaan (pustaka)
ini dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Referensi umum: Sumber yang dijadikan rujukan
utama oleh peneliti, misalnya dari artikel tertentu, karangan ilmiah, buku,
dan dokumen lainnya yang berkaitan langsung dengan pertanyaan penelitian.
Referensi umum merupakan indeks, yaitu daftar pengarang, judul buku, tempat
penerbitan artikel atau wacana atau berupa abstrak.
2. Sumber primer: Publikasi
di mana seseorang melakukan penelitian penelitian kemudian diterbitkan. Penulis
mengkomunikasikan temuannya secara langsung kepada pembaca. Sumber primer
penelitian pendidikan adalah journal, misalnya Journal of Research in Science
Teaching. Ada journal yang diterbitkan bulanan, tiga kali dalam setahun, dan
artikel yang dimuat merupakan laporan hasil penelitian.
3. Sumber sekunder:
adalah publikasi di mana penulis mendeskripsikan hasil karya orang lain. Sumber
sekunder adalah buku (text books), ensiklopedia pendidikan, kajian penelitian,
atau buku tahunan
Cara Melakukan Penelusuran Pustaka
Penelusuran pustaka meliputi:
1. Memilih bidang dan deskriptor yang
sesuai dengan minat,
2. Menelusur judul-judul dan abstrak
yang relevan,
3. Menempatkan dokumen sumber-sumber
primer yang sangat penting.
Penelusuran literatur atau pustaka
memerlukan suatu arahan dan fokus. Langkah pertama adalah mengidentifikasi
bidang kajian yang sesuai dan sekaligus termasuk deskriptornya. Langkah
berikutnya adalah menelusur judul-judul dan abstrak yang relevan. Penelusuran
yang baik mencakup tiga kategori dokumen, yaitu:
1. Artikel-artikel yang diterbitkan,
2. Artikel-artikel yang tidak
diterbitkan,
3. Disertasi atau tesis.
Diantara tiga dokumen penting yaitu
artikel-artikel jurnal, disertasi atau tesis, dan laporan tak dipublikasikan
(laporan penelitian), artikel-artikel jurnal adalah paling ringkas dan secara
teknis paling baik karena adanya tuntutan yang amat tinggi dari jurnal yang
akan diterbitkan. Dalam mengkaji bahan pustaka, dapat melakukan dengan cara
mengidentifikasi sumber atau bahan yang relevan dengan masalah penelitian,
mencari judul-judul hasil penelitian yang relevan, memilih dan memilah sumber
pustaka yang paling relevan dari hasil penelitian, menyusun bahan pustaka mana
yang paling sesuai untuk mendukung penelitian, menuliskan bagian kajian
literatur, dan menyusun bahan acuan
Berdasarkan kriteria diatas, peneliti
dalam melakukan penelitian dapat menggunakan dua pendekatan penelaahan (analisis)
dalam mengambarkan kajian pustaka yang berkaitan. Penalaran deduktif, penelaahan dilakuakn
berdasarkan teori-teori atau konsep-konsep umum yang ada dan penalaran induktif, penelaahan
dilakukan berdasarkan sintesis atau pemaduan hasil-hasil penelitian.
Sumber:
http://www.rosyid.info/2009/09/menyajikan-hasil-tinjauan
pustaka-dalam.html
http://one.indoskripsi.com/node/5790
http://catatankuliahdigital.blogspot.com/2009/10/kajian
pustaka.html
http://makalahbarataanpba.blogspot.com/2010/01/kajian-pustaka.html?showComment=1429758555719#c6556647083763332262
Tidak ada komentar:
Posting Komentar