Selasa, 05 Januari 2016

Ujian Keimanan, Jangankan Kita, Nabi pun juga Diuji (Bagian 1)

Apakah Anda seorang pejabat... atau seorang karyawan? seorang guru.., pelajar, mahasiswa atau seorang pengangguran? ...Iyah, apapun sebutannya itu, maka tidak akan mengecualikannya dari apa yang namanya masalah. Orang kaya atau miskin, besar atau kecil, pejabat atau rakyat, penumpang atau sopir, dan lain sebagainya, dan lain sebagainya, maka semua orang di dunia ini pasti pernah mengalami masalah atau saat ini malah sedang dirundung oleh suatu masalah?

Ada bermacam masalah dan beda orang, berbeda pula orang dalam memandang suatu masalah. Seperti ada ungkapan “Different eyes see different thing”, namun dalam kehidupan sehari-hari tidak sedikit  kita jumpai diantara kita atau kita sendiri berkata: Apa mungkin..., apa bisa..., ah mungkin memang nasib, jalanku harus begini... gerutunya L Tetapi ga apa, itu manusiawi, jangankan kita, para Nabi pun juga diuji. Seperti kisahnya Nabi Zakaria berikut ini:

Nabi Zakaria yang ngga’ percaya dan heran ketika diberi kabar akan kelahiran seorang Putranya yang bernama Yahya. Nabi Zakaria berkata “Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku memiliki seorang anak..., sedangkan aku sudah sangat tua dan istriku seorang perempuan yang mandul (menapose)?” Alloh seolah-olah menjawab pertanyaan nabi Zakaria, dengan berfirman: “Demikianlah, Alloh berbuat apa yang Dia kehendaki”.

Namun lagi-lagi, seolah Nabi Zakaria masih tidak yakin dengan firman Alloh tersebut, Nabi Zakaria mencoba menegaskan lagi kalau begitu dan berkata“Wahai Tuhanku, berilah aku suatu tanda!” kalau aku akan memiliki seorang anak? Kemudian, Alloh berfirman “Tanda bagi kamu adalah bahwa kamu akan tidak bisa berbicara dengan manusia selama tiga hari kecuali hanya dengan isyarat. Ingatlah Tuhanmu banyak-banyak, bertasbihlah memujiNya saat petang dan pagi”. Hingga berlalulah waktu ujian Nabi Zakaria tersebut, istrinya mengandung dan akhirnya lahirlah seorang putra saholih yang diberinya nama Yahya dan juga menjadi seorang Nabi.

Nah diawal kisah ini sebenarnya ada yang kelupaan, bahwa Nabi Zakaria sebelumnya ini pernah berdoa kepada Tuhanya. Berdoa tentang keingiannya untuk dikaruniai seorang putra. Dalam doanya, Nabi Zakaria berdoa “Wahai Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkaulah Maha mendengar doa”. Namun kenapa ada cerita seperti di atas, apa mungkin Nabi Zakaria lupa bahwa Beliau pernah berdoa, atau ga yakin, atau bagaimana? Dan ketika Alloh mengijabah doa-doa Beliau, malah Beliau (kembali ke paragraf Nabi Zakaria...). So, dari kisah ini janganlah berhenti berdoa dan yakinlah, yakinlah 100%. Bersambung.....(Sebagian cerita dikutip dari ayat 38-41 Quran Surah ali Imron).

2 komentar: